
PURUK CAHU (TABIRkota) – Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah (Kalteng), Rahmat K Tambunan mewakili Bupati setempat, Heriyus menghadiri acara Wisuda Sekolah Lansia Gita Uluh Itah.
Acara yang diinisiasi Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (Dalduk KBP3A) Mura tersebut, dilaksanakan di Aula DPMD, Puruk Cahu, Senin (1/12).
Bupati Mura, Heriyus dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Setda Mura, Rahmat K Tambunan mengatakan, wisuda tersebut bukan sekedar seremoni biasa.
“Wisuda ini merupakan sebuah penghargaan yang tulus kepada para orang tua kita, para sesepuh, yang telah melalui perjalanan panjang kehidupan dengan penuh pengabdian, kerja keras dan keteladanan,” katanya.
Menurutnya, para wisudawan kali ini adalah sumber inspirasi, gudang ilmu dan pilar kebijaksanaan yang senantiasa menjadi panutan bagi generasi penerus.
“Pemerintah daerah menyadari bahwa lansia adalah aset berharga bangsa yang bukan hanya saksi sejarah, tetapi juga pelaku pembangunan yang telah memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan negara,” ujarnya.
Wisuda lansia juga menjadi simbol bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya, belajar dan berkontribusi.
Justru di usia senja, tambahnya, para lansia memiliki kekayaan pengalaman dan kebijaksanaan yang sangat dibutuhkan dalam membimbing generasi muda.
“Pemerintah daerah melalui berbagai program akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan lansia, mulai dari layanan kesehatan, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan komunitas lansia agar mereka tetap aktif, sehat dan Bahagia,” tambahnya.
Hal tersebut sejalan dengan visi daerah untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif, sejahtera dan berdaya saing.
Peserta Wisuda Lansia Gita Uluh Itah semula terdaftar sebanyak 24 orang, namun berkurang menjadi 22 orang karena satu orang meninggal dunia dan satu lagi mengundurkan diri karena kecelakaan.
Wisuda itu sendiri merupakan apresiasi kepada Lansia yang telah mengikuti program pembelajaran, meningkatkan motivasi lansia untuk tetap aktif, sehat dan produktif serta memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat dan keluarga dalam mendukung lansia.
Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bergandengan tangan dalam memberikan perhatian dan kasih sayang kepada para lansia.
Karena menghormati dan menyayangi lansia bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga bagian dari menjaga jati diri bangsa yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan serta gotong royong. (ded/ra)




