Rika Pertiwi Sang Penakluk Langit dari Kotabaru

“Ada sensasi berbeda saat berada di udara. Semua perasaan yang campur aduk saat akan terbang, hilang sirna ketika dapat menikmati indahnya panorama semesta dari udara”

Rika Pertiwi, atlet Paralayang “penguasa” langit Kotabaru (foto: TABIRkota/dok)

Oleh: Siti Hadisah

RIKA PERTIWI, Wanita muda berparas cantik dari Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Siapa sangka, dibalik senyumnya yang mempesona, ternyata ia menyimpan “kekuatan besar” hingga mampu “menaklukkan” langit Kotabaru.

Rika Pertiwi adalah atlet Paralayang Kotabaru pertama yang ikut berlaga, mengharumkan nama daerah di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Kalsel Tahun 2025 yang diselenggarakan di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

Di ajang bergengsi yang dibuka 1 November di Stadion Pertasi Kencana dan ditutup pada 15 November lalu itu, Rika Pertiwi berhasil menyabet emas. Mempersembahkan kebanggaan bagi Kotabaru.

Porprov XII Kalsel 2025 merupakan debut perdana cabang olahraga Paralayang yang dipertandingkan di Bukit Katunun, Desa Batilai, Kecamatan Tangkisung, dari 8 hingga 13 November lalu.

Terdapat sepuluh nomor yang dipertandingkan, meliputi ketepatan mendarat, race to goal dan durasi (perorangan, beregu dan campuran untuk putra dan putri).

Dan, diantara 30 atlet dari enam kabupaten/kota di Kalsel yang berlaga di ajang Paralayang, Rika Pertiwi menjadi salah satu diantaranya yang berhasil menorehkan emas.

* * *

Berawal dari Ikut Teman

MESKI telah mengukir prestasi gemilang, ternyata menjadi seorang Atlit belum pernah terlintas dipikiran seorang Rika Pertiwi sebelumnya. Menurutnya, ia ikut mendaftar olahraga Paralayang hanya mengikuti teman saja.

“Waktu itu ngikut teman aja, rame-rame daftar dan yakin bakal ga lolos,” Rika Pertiwi tertawa kecil mengenang awal mula ia terjun ke dunia Paralayang.

Seiring berjalannya waktu, ternyata ia mulai menikmati menjalani berbagai seleksi dan memutuskan untuk terus lanjut.

Sebagai olahraga baru di Kotabaru, tentu tak banyak yang diketahui Rika Pertiwi tentang Paralayang. Meskipun sempat takut karena mendengar Paralayang sebagai olahraga yang menegangkan, namun tak melunturkan niatnya untuk terus mengikuti latihan.

“Awalnya betul-betul “buta” tentang Paralayang. Seperti apa dan bagaimana caranya, semua tidak tau dan mulai dari nol,” katanya.

Namun setelah beberapa kali mencoba mengikuti tahapan latihan, ternyata menyenangkan dan tidak seseram yang dikatakan orang.

“Ada sensasi berbeda saat berada di udara. Semua perasaan yang campur aduk saat akan terbang, hilang sirna ketika dapat menikmati indahnya panorama semesta dari udara,” ujar Rika Pertiwi dengan pandangan menerawang, seakan mencoba merasakan belaian angin saat di udara.

Rasa takut muncul saat awal-awal mengudara. Namun semua dapat diatasi karena Rika Pertiwi tidak terbang sendirian. Ia dibantu komunikasi dan diarahkan lewat Handy Talkie (HT) oleh kru di darat.

* * *
Lupakan Batas Bumi, Taklukkan Langit

KUNCI utama Paralayang adalah mengalahkan ketakutan diri sendiri. “Harus bisa meyakinkan diri sendiri, bahwa kita bisa,” ujar Rika Pertiwi.

Bila masih ada rasa takut, jangan khawatir, cobalah untuk terbang tandem dan rasakan sensasi melayang di ketinggian.

Menurut Rika Pertiwi, putra putri Bumi Bamega (sebutan lain untuk Kotabaru, red) harus mampu mengalahkan rasa takut dan bergabung dengan cabang olahraga dirgantara.

“Terbang itu bikin rileks, stress hilang bersama angin. Ayo, lupakan batas-batas bumi dan kita taklukkan langit,” ujarnya dengan semangat.

Paralayang, olahraga yang tidak harus memiliki fisik yang terlatih, tetapi menuntut mental dan kedisiplinan.

Paralayang menantangmu untuk melihat dunia dari sudut pandang yang luar biasa. (cah/ra)

Pewarta: Siti Hadisah

Journalist - Kotabaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Wabup Kotabaru Komitmen Perkuat Pelayanan Publik

Kam Nov 27 , 2025
"PPPK Paruh Waktu diharapkan dapat menjadi teladan di lingkungan kerja masing-masing, terutama dalam hal kedisiplinan, etika pelayanan serta komitmen"

You May Like

TABIRklip