
BARABAI (TABIRKota) – Harga pertamax dan pertalite di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) meroket akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di beberapa SPBU setempat.
Menurut konsumen di HST, Sarif, pertalite di SPBU akhir-akhir ini kosong terus, sedangkan pertamax ada, tapi antriannya panjang.
“Kalau ingin cepat, terpaksa mengisi di eceran, namun harganya mengalami kenaikan,” ujarnya, di Barabai, Ibu Kota HST, Senin (24/11).
Untuk harga pertalite di eceran, katanya, bervariasi mulai dari Rp13 ribu hingga Rp14 ribu perliternya.
“Sedangkan pertamax, harga eceran mulai dari Rp18 ribu hingga Rp20 ribu tergantung kiosnya,” katanya.
Terpisah, Sales Branch Manager II Kalsel PT Pertamina, Muhammad Raja Doly Hutabarat menambahkan, pihaknya berusaha menambah pasokan dan memperketat pengawasan.
“Pertamina akan menambah supply pasokan BBMuntuk memenuhi kebutuhan konsumen, terutama pertamax yang meningkat signifikan,” tambahnya.
Bagi SPBU yang melayani pelangsir, katanya, tidak ada toleransi dan akan menindak tegas.
“Kami juga memastikan kualitas BBM tetap aman untuk digunakan masyarakat,” katanya.
Diharapkan pasokan BBM segera tiba, karena jika krisis berlanjut akan mengganggu aktivitas perekonomian masyakarat.
Selain itu, pelayanan umum juga akan terkena dampak krisis tersebut, bahkan dapat terjadi lumpuh total.(fer)




