
BARABAI (TABIRkota) – Seorang warga Desa Wawai Gardu, Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) yang pergi meninggalkan rumah sejak 16 Juli lalu, ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia dan tinggal kerangka di kawasan hutan di Tandilang, Batang Alai Timur (BAT), Sabtu (30/8).
Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon melalui Kasubsi PDIM Humas, Aipda Muhammad Husaini mengatakan, korban berjenis kelamin laki-laki atas nama Nuar bin Husin tersebut, ditemukan warga sekitar pukul 09.00 Wita.
“Korban ditemukan saksi atas nama Fahriansyah yang melewati Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat hendak ke kebun karet,” katanya.
Menurutnya, identitas korban diketahui berdasarkan keterangan para saksi di TKP yang kemudian dicocokkan dengan keterangan pihak keluarga.
“Pihak keluarga meyakini, kerangka mayat tersebut adalah Nuar yang dikenali dari pakaian yang ditemukan di TKP berupa selembar sarung,” ujarnya.
Kain sarung tersebut, dikenali pihak keluarga sering dipakai oleh korban.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, tambahnya, korban sebutkan memiliki riwayat kejiwaan.
“Yang bersangkutan sering pergi, hingga keluar masuk hutan,” tambahnya.
Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap kerangka korban dan menganggapnya sebagai musibah. (fer/ra)