
BUNTOK (TABIRkota) – Lomba Panjat Tebing HUT ke-80 RI dan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi ajang pembentukan mental, konsentrasi, strategi serta keberanian, ujar Wakil Bupati setempat, Khristianto Yudha.
“Setiap langkah dalam memanjat adalah tantangan yang menuntut peserta untuk tidak menyerah sebelum mencapai puncak,” ujarnya saat membuka Lomba Panjang Tebing HUT ke-80 RI dan Hari Jadi ke-66 Barsel di Stadion Buntok, Sabtu (9/8).
Semangat tersebut, katanya, sejalan dengan nilai perjuangan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
“Peringatan HUT ke-80 RI dan Hari Jadi ke-66 Barsel bukan hanya seremonial, tetapi momentum menyalakan semangat kebersamaan, persatuan dan kerja keras membangun daerah,” katanya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan lomba tersebut, diharapkan menjadi ajang lahirnya bibit atlet panjat tebing yang mampu mengharumkan nama Barsel di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.
“Kegiatan lomba ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar pecinta olahraga dan wadah positif bagi generasi muda,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Budporapar) Barsel, Manat Simanjuntak mengatakan, Lomba Panjat Tebing menjadi sarana penjaringan atlet potensial.
“Kami berharap dapat melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.
Lomba Panjat Tebing kali ini menjadi salah satu agenda olahraga bergengsi dalam peringatan HUT RI dan Hari Jadi Barsel dengan hadiah puluhan juta rupiah.
Turut hadir pada acara pembukaan tersebut, Wakil Ketua I DPRD Barsel, Ideham, jajaran Forkopimda, Plt Sekda, Ita Minarni dan sejumlah kepala OPD lingkup Pemkab setempat. (mad/ra)