
RANTAU (TABIRkota) – Dalam kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Program Keluarga Harapan (PKH) Terintegrasi Stunting di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Dinas Sosial (Dinsos) setempat bersama TP-PKK menyalurkan ribuan butir telur kepada anak-anak.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Tapin, Syafrudin, sebanyak 4.440 butir telur didistribusikan kepada 74 anak, masing-masing menerima 60 butir sebagai tambahan asupan gizi.
“Program tersebut menjadi bagian dari inisiatif Bersama Cegah Anak dari Stunting (BAGASING) untuk mempercepat penurunan angka stunting di daerah Tapin,” ujarnya di Rantau, ibu kota Tapin, Ahad (16/3).
Selain distribusi telur, katanya, juga dilakukan sosialisasi tentang 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), kesehatan serta gizi bagi keluarga penerima manfaat (KPM) PKH dan kader Posyandu setempat.
“Intervensi gizi merupakan langkah nyata yang harus terus dilakukan demi memastikan anak-anak mendapatkan nutrisi yang cukup,” katanya.
Pencegahan stunting, tambahnya, tidak bisa sebatas wacana.
“Aksi konkret seperti pemenuhan gizi seimbang, sangat diperlukan agar anak-anak di Tapin tumbuh dengan sehat dan optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Tapin, Hj Faridah Yamani mengatakan, PKK berkomitmen terus mengedukasi para ibu mengenai pentingnya gizi seimbang.
“Dengan kerja sama yang erat dengan masyarakat maupun pemerintah, kita bisa menekan angka stunting di Kabupaten Tapin,” katanya.
Penyerahan telur kepada penerima manfaat, ujarnya, menjadi penanda keseriusan pemerintah dalam menangani permasalahan stunting.
“Diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi bagi generasi mendatang yang lebih sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Langkah tersebut, tambahnya, sejalan dengan kebijakan daerah Nomor 188.45/115/KUM/2023.
“Saat ini, Tapin memiliki 135 desa atau kelurahan yang menjadi prioritas penanganan stunting,” demikian Hj Faridah Yamani. (zr)