
BANJARBARU (TABIRkota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai lebih dari Rp10 Miliar dan membawa Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Yulianti Erlinah ke Jakarta, Senin (7/10).
Yulianti Erlinah dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih, setelah terjaring KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Ahad (6/10) malam.
Mengutip laporan Antara, penyidik KPK dengan menggunakan dua unit mobil, tiba di Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarbaru sekitar pukul 16.50 WITA.

Dari foto yang beredar, Yulianti Erlinah yang mengenakan hijab abu-abu, masker hitam dan jaket hijau, tampak menundukkan kepala saat digiring petugas.
Tidak ada keterangan dari penyidik KPK maupun Yulianti Erlina yang diduga merupakan orang kepercayaan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor alias Paman Birin, saat dikonfirmasi awak media di Bandara Syamsudin Noor.
Menurut Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Senin (7/10), uang tunai lebih dari Rp10 Miliar yang berhasil disita, diduga sebagai uang suap.
“Kami mengamankan lebih dari Rp10 miliar dan saat ini masih dalam proses hitung,” ujarnya.
Uang tersebut, diduga adalah uang suap terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemprov Kalsel.
Sementara itu, ramai di media sosial beredar enam nama yang diduga terlibat dan menjalani pemeriksaan KPK, diantaranya Yulianti Erlinah serta seorang ajudan Paman Birin.
Namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada keterangan resmi dari KPK terkait nama-nama yang beredar tersebut. (ra)